News on MRT Jakarta

the unofficial blog of MRT Jakarta Projects

Archive for the ‘Pos Kota Online’ Category

MRT Mulai Dibangun Tahun Depan

leave a comment »

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah proses desain dasar (basic design) Tahap I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) telah ditentukan pemenang tender serta kalayakan Tahap II (Dukuh Atas-Harmoni) selesai, pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) segera dilakukan. Moda angkutan massal tersebut direncanakan akan dimulai pembangunannya pada pertengahan 2011.

Namun sebelum pembangunan mega proyek tersebut dilakukan, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan visibility study (studi kelayakan) MRT Tahap III (Balaraja-Cikarang). Sehingga pembanguan dapat dilaksanakan sesuai dengan target yakni 2011 dan siap beroperasi pada 2016. Dalam hal ini, Gubernur DKi, Fauzi Bowo, menyatakan percepatan proses pembangunan terhadap angkutan sangatlah penting. Mengingat proses tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja di Jakarta sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi ibukota.

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan berupaya memintya percepatan proses MRT. sebab, DKI sendiri telah mempersiapkan pelaksanaan proyek ini baik dari sisi pembiayaan dari APBD maupun dari rencana kerja yang akan dilaksanakan.

Sedangkan mengenai pembiayaan dana MRT Tahap III yang diprediksikan memakan biaya sebesar Rp 33 triliun akan dipenuhi dalam bentuk sharing dana antara Pemprov DKI dengan Pemerintah Pusat. Anggaran biaya itu diungkapkan Fauzi didasari dari perkiraan pembiayaan untuk proyek sepanjang 87,6 kilo meter. Menurutnya nominal Rp 33 triliun dikeluarkan dari Departemen Perhubungan. “Bisa saja sama, bisa saja lebih besar. Nanti akan dihitung lebih lanjut,” ujarnya.

Sistem pembiayaan tersebut juga sesuai dengan pendanaan untuk MRT tahap I senilai Rp 144 miliar yen yang diperoleh dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dengan tanggung jawab sharing antara Pemprov DKI dan Departemen Keuangan.

Permintaan sharing itu diungkapkan Fauzi lantaran, DKI tidak mungkin membiayai keseluruhan pembangunan hanya dari APBD. Pasalnya, total jumlah APBD DKI Jakarta selalu berkisar pada nominal Rp 20 triliunan. Untuk tahun 2010 saja, total jumlah APBD DKI 2010 sebesar Rp 24,67 triliun. “Skema pembiayaan itu seharusnya dengan sistem sharing seperti MRT Tahap I,” kata Fauzi.

Selain meminta bantuan dana pada Pemerintah pusat, paparnya, Pemprov DKI juga akan mencari sumber pendanaan dengan sistem pinjaman jangka panjang, agar tidak membebani APBD. Seperti proyek MRT tahap I, pendanaan berdasarkan pinjaman dengan jangka waktu selama 30 tahun dan 10 tahun grace period (masa tidak bayar bunga).

(guruh/sir)

sumber :http://www.poskota.co.id/metro/2010/01/27/mrt-mulai-dibangun-tahun-depan

Written by jakartamrt

January 27, 2010 at 6:18 am

Posted in Pos Kota Online

Belanja ke Pasar Bisa Lewat Jalan Tembus Bawah Tanah

leave a comment »

Oktober 9, 2009 – 6:08 <!–by syamsir  –>
Kategori Berita Terkini, Metro

GAMBIR  (Pos Kota) – Guna meningkatkan layanan kepada konsumen, sejumlah pasar tradisional di Jakarta akan terhubung dengan mass rapid transit (MRT). Rencananya pembangunan pasar ke depan akan disesuaikan kontur stasiun sehingga masyarakat mudah mencapai pusat perbelanjaan.

Beberapa pasar tersebut yakni Blok A Tanah Abang (Jakarta Pusat), Blok M (Jakarta Selatan), Pasar Bendungan Hilir (Jakarta Pusat) dan
Glodok (Jakarta Barat). Selanjutnya, Pasar Blora (Jakarta Pusat), Palmeriam (Jakarta Timur), Pasar Tanah Tinggi Poncol (Jakarta Pusat) dan Pasar Tanah Abang (Jakarta Pusat).

Rencana tersebut diungkapkan Dirut PD. Pasar Jaya, Djangga Lubis, dimungkinkan dengan melakukan pembangunan jembatan toko atau akses jalan ke stasiun sehingga pengguna MRT nantinya lebih nyaman untuk menuju pasar. “Dapat juga dilakukan jalan tembus bawah tanah yang langsung menuju pintu masuk pasar,” ujar Djangga.

HOTEL & PERKANTORAN

Selain terintegrasi dengan MRT, bangunan pasar ke depan juga akan disatukan dengan hotel dan perkantoran. Dengan demikian nantinya pasar tradisional tidak lagi hanya sebatas pusat perbelanjaan melainkan juga pusat bisnis dan perkantoran.

Untuk merealisasikan rencana ini, Djangga mengaku tengah menunggu desain teknis dari proyek pembangunan MRT. “Namun, kami menargetkan rencana ini akan terlaksana berbarengan dengan pengoperasian MRT yang rencananya mulai beroperasi 2016,” lanjut Djangga.

Secara terpisah, terkait rencana tersebut, Dirut MRT, Tribudi Rahardjo, membenarkan adanya rencana tersebut. Integrasi ini akan dilakukan di jalur MRT tahap I yaitu Lebak Bulus hingga Dukuh Atas.

MRT tahap I Lebak Bulus-Dukuh Atas nanti mempunyai panjang 14,2 Km. Jalur ini akan memiliki sembilan stasiun layang (Lebak Bulus,
Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan) serta tiga stasiun bawah tanah (Bendungan Hilir,
Setiabudi, dan Dukuh Atas).

“Mengenai pengintegrasian ini, akan kami kaji lebih dalam,” ujar Tribudi. (guruh/si)

sumber : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/10/09/belanja-ke-pasar-bisa-lewat-jalan-tembus-bawah-tanah

Written by jakartamrt

October 9, 2009 at 6:08 am

Posted in Pos Kota Online

Tagged with

Agenda Gubernur DKI Hari Ini

leave a comment »

Juni 15, 2009 – 7:12

Kategori Berita Terkini, Kilas Info

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, hari ini (Senin, 15/6)  mempunyai agenda, antara lain membuka Tenis Junior Internasional Piala MH Thamrin, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 08:00 WIB.

Pukul 11.00 WIB, penandatangan MoU antara PT. MRT Jakarta dengan PT.PLN Persero Disjaya Tangerang di Stand MRT Jakarta Hall B 1 PRJ Kemayoran Jakpus.

Kemudian, pukul 14.00 WIB menerima Kepala BPLHD,PT.KNI dan Uli Hari Rusadi melaporkan rencana Penanaman di Kawasan Angke Kapuk di Ruang Rapat I gubernur.

Pukul 15.00 WIB, menerima Panwaslu Prov DKI dalam rangka mohon pengarahan penyelenggaraan Pemilu Presiden & Wakil Presiden di ruang rapat II Gubernur.

Dan, pukul 18.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB Dialog Publik tema` Calon Presiden 2009-2014 Bicara Hukum` (Capres Bpk. SBY) di Ballroom Four Seasons, Hotel Jaksel.

(bj/sir)

source : Poskota Online

Written by jakartamrt

June 15, 2009 at 5:20 pm

Posted in Pos Kota Online

PLN Siap Suplai Listrik Buat MRT

leave a comment »

Juni 15, 2009 – 16:46

Kategori Berita Terkini, Kilas Info

JAKARTA (Pos Kota) – PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi  Jakarta Raya (Disjaya) dan Tangerang siap suplai listrik untuk pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT). Diperkirakan dalam pengoperasiannya moda angkutan massal tersebut membutuhkan daya  listrik sebesar 50 megavolt ampere.

Pernyataan tersebut disampaikan Tribudi Rahardjo, Direktur Utama PT.

MRT saat penandatangan nota kesepahaman PT.PLN tentang penyediaan

tenaga listrik untuk pembangunan dan pengoperasian MRT di Hall B,  Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakpus, Senin (15/6).

Mengenai besarnya kebutuhan daya listrik dalam proyek tersebut, Purnomo Willy, General Manager PT PLN Disjaya dan Tangerang mengaku yakin pihaknya mampu memasok kebutuhan listrik MRT. Sedangkan  mengenai tarif yang akan dikenakan akan lebih rendah dibanding tarif  industri. Artinya, tarif listrik akan lebih rendah Rp1.380 perkilo watt hours.

Namun ditambahkan Purnomo, kebutuhan listrik tersebut juga dapat bertambah. Hal itu lantaran daya listrik sebesar 50 megavolt ampere hanya diperuntukkan pada MRT dan belum pada sarana pendukung lainnya.

MRT merupakan bagian dari Pola Transportasi Massal (PTM) yang akan dikembangkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Dalam perencanaannya

MRT akan mulai dibangun 2010 dan ditargetkan dapat beroperasi 2016.

Pasokan listrik sendiri nantinya akan disalurkan melalui jaringan Jawa-Bali.

“Setidaknya ke depan dalam pengoperasiannya dibutuhkan dua gardu dan pengerjaannya akan dimulai 2012,” ujar Purnomo.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menilai kesepakatan ini merupakan langkah awal yang harus ditindak lanjuti karena akan berprospek dalam jangka panjang.

(guruh/sir)

Source : Poskota Online

Written by jakartamrt

June 15, 2009 at 5:18 pm

Posted in Pos Kota Online

Pembangunan Subway Mulai 2011

leave a comment »

Senin 23 Februari 2009, Jam: 6:42:00

JAKARTA (Pos Kota) “ Keinginan warga Jakarta segera menikmati angkutan massal atau Mass Rapit Transit (MRT) berupa subway harus ditahan. Pasalnya, pembangunan fisik subway baru dimulai tahun 2011 dan selesai tahun 2016. 

Saat ini desain subway tersebut masih digarap Departemen Perhubungan dengan total dana Rp100 miliar. Dana tersebut merupakan bantuan tahap pertama Jepang sebesar Rp163 miliar. Sedangkan Rp63 miliar dipersiapkan direksi PT MRT 

Eddi Santosa, Direktur PT MRT, menjelaskan desain dasar pembangunan MRT diperkirakan selesai April 2010 mendatang. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga mempersiapkan pelaksanaan tender hingga penentuan pemenangnya. 

Sehingga ketika desain dasar selesai, pembangunan fisik bisa langsung dimulai. Sebenarnya ketika pemenang itu sudah ada, pekerjaan fisik sudah bisa dilaksanakan. Tapi untuk amannya, pekerjaan kita mulai awal 2011. Jadi antara April 2010 hingga awal 2011, kita bisa gunakan untuk persiapan,❠katanya, Minggu (22/2). 

TAHUN 2016 

Bila tidak terkendala maka pada tahun 2016 MRT yang menghubungkan Lebak Bulus-Kota siap dioperasikan. Pembangunan fisik subway dilakukan dua tahap yakni Lebak Bulus-Dukuh Atas dan Dukuh Atas-Kota. Tetapi pembangunan Dukuh Atas-Kota sedang dilakukan studi kelayakannya. 

Pembangunan subway akan dilakukan berkat pinjaman lunak dari Jepang sebesar 1,1 juta dolar AS. Bantuan tahap pertama sudah dikucurkan sebesar Rp163 miliar. Sebagian merupakan hibah dan sebagian lainnya merupakan pinjaman lunak selama 40 tahun dengan suku bunga pengembalian 0,25 persen.

(john/st/r)

Sumber: PosKota Online

Written by jakartamrt

February 23, 2009 at 6:47 am

Subway Hampir Terwujud di Ibukota

leave a comment »

Kamis 12 Februari 2009, Jam: 20:23:00

JAKARTA (Pos Kota) – Pemda DKI Jakarta bertekad mewujudkan angkutan massal berupa subway jalur Fatmawati-Kota. Tim dari Japan International Cooperation Agency (JICA) mengatakan puas atas perkembangan proyek MRT dan berjanji akan mengucurkan pinjaman 450 juta dolar AS. 

 

Rencanannya, penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pengucuran dana pinjaman dilakukan Maret 2009 dan pembangunan konstruksi dipastikan langsung dimulai. 

 

Menurut Gubernur H. Fauzi Bowo, subway tersebut harus diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan angkutan umum di Jakarta. “Angkutan massal ini sangat efektif untuk pelayanan angkutan umum di Jakarta,” katanya, Kamis (12/2). Apalagi nantinya juga akan dilengkapi dengan kereta api keliling digarap PT Kereta Api Indonesia. 

 

KIRIM TIM 

Saat ini, JICA secara berkala mengirimkan timnya memantau perkembangan. Dari hasil temuannya, tim tersebut menilai perkembangan pembangunan MRT di Jakarta, mulai dari desain hingga rencana pembangunan fisik sudah cukup baik. 

Tahap pertama, dari JICA dikucurkan Rp163 miliar atau sekitar $17 juta dolar, PT MRT menerima Rp63 miliar, sisanya Rp100 miliar diserahkan kepada Departemen Perhubungan RI guna pembuatan desain MRT.

(john/st/g)

Written by jakartamrt

February 12, 2009 at 8:23 pm

Terkena MRT Minta Ganti Rugi di Atas NJOP

leave a comment »

Rabu 27 Agustus 2008, Jam: 19:44:00  
 
JAKARTA (Pos Kota) – Warga dan pemilik lahan di pinggir jalan utama yang bakal terkena proyek Mass Rapid Transportasi (MRT) atau monorel di atas jalan dan bawah tanah melintasi Lebak Bulus – Dukuh Atas minta ganti rugi lahan diatas Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Warga serta pemakai jalan berharap Pemda DKI memperbaiki terlebih dulu sarana jalan penunjang yang ada.

“Macetnya bakal tak ketulungan jika proyek jalan itu betul dikerjakan di lintas Lebak Bulus – Fatmawati – Dukuh Atas jadi perlu ada jalan alternatif yang memadai,” kata Ny. Sumasudin, warga Pondok Labu, Cilandak, Rabu (27/8).

Belum ada kegiatan saja jalur mulai dari Jl. Raya Lebak Bulus, Jl. TB Simatupang, Jl. Raya Fatmawati, Jl. Panglima Polim, Jl. Sisingamanggaraja, Jl. Jend. Sudirman hingga stasiun Dukuh Atas macet hampir setiap menit.

Menurut dia, akan bertambah parah jika proyek itu betul dilakukan dan pemda diharapkan memperbaiki sarana jalan lainnya untuk menantisipasi masalah tersebut. “Mumpung masih setahun atau dua tahun lagi jalan alternatif harus dipersiapkan terlebih dulu,” katanya.

Nurdin, pemilik lahan yang bakal terkena tiang pondasi monorel, mengaku belum tahu menahu adanya proyek monorel di atas jalan dan mengenai lahan miliknya. “Jika betul tentunya saya minta ganti rugi di atas NJOP,” ujanya.

MELINTAS 14 KELURAHAN
Sementara itu, Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jaksel Anas Effendi didampingi Kasudin PU Jalan setempat Robinson dan Kabag Humas setempat Achmad Sotar, mengakui proyek MRT memang sudah diprogram lama dan kini mulai dilakukan sosialisasi ke warga yang bakal terkena proyek tersebut.

“Sedikitnya 14 kelurahan yang tersebar 3 Kecamatan yakni Kec. Cilandak, Kebayoran Baru dan Setiabudi bakal terkena pembebasan lahan untuk proyek tersebut,” ujarnya yang menambahkan tapi tiang pancang untuk jalur atas lebih banyak berada di tengah pembatas jalan utama dan protokol seperti di Jl. Rasuna Said, Casablanca dan Gelora Senayan.

Menurut dia, pengukuran lahan atau tanah yang warga yang terkena proyek MRT akan dilakukan Selasa (19/8) mendatang dan warga diminta datang ke lokasi atau lahanya masing-masing agar proses pengukuran atau pematokan dapat dilakakan cepat.  
(anton/g) 

Source: Pos Kota

Written by jakartamrt

August 27, 2008 at 2:21 am

Posted in Pos Kota Online

Tagged with ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.