News on MRT Jakarta

the unofficial blog of MRT Jakarta Projects

Laporan Awal Desain Dasar Selesai

leave a comment »

TEMPO Interaktif, Jakarta -Laporan awal (prelimenary report) desain dasar MRT Jakarta koridor 1 Lebak Bulus – Dukuh Atas (14.5 km) selesai pada akhir bulan April 2010, berisi kajian yang membahas metodologi yang akan dilakukan pada pembuatan desain dasar. Laporan awal ini juga berisi beberapa survei penting yang akan menjadi acuan dalam finalisasi rancangan dasar. MRT Jakarta akan dibangun dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan dan Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km, dengan 5 stasiun bawah tanah dan 7 stasiun melayang. Koridor ini merupakan 1 dari 3 rencana pembangunan koridor MRT di Jakarta. Koridor 2 adalah dari Dukuh Atas ke Kota; dan koridor 3 adalah jalur Timur-Barat. Koridor 2 sedang dalam feasibility study dan 3 sedang dalam pembuatan prefeasibility study. Proyek MRT koridor 1 kini dalam masa pembuatan Basic Engineering Design (BED) atau rancangan desain dasar.

“Survei mencakup antara lain terkait Geotechnical, Topography dan Demand Forecast. Geotechnical untuk mengetahui kondisi tanah, Topography terkait pemetaan lokasi proyek dan sekitarnya secara digital dan Demand Forecast untuk mengetahui perkiraan jumlah penumpang dalam koridor 1 MRT Jakarta. Diharapkan seluruh desain dasar koridor 1 akan rampung akhir 2010 sehingga dapat dilanjutkan dengan tender konstruksi dan konstruksi fisik pada 2012 serta dapat mulai beroperasi pada 2016. “ ungkap Tribudi Rahardjo Direktur Utama PT MRT Jakarta dalam pameran Asia Infrastructure 2010.

Memo Bisnis

Written by jakartamrt

April 21, 2010 at 10:40 am

Posted in MRT in the News

Tambah Satu Stasiun, Proyek MRT Butuh Dana Tambahan Rp 1 Triliun

leave a comment »

Tambah Satu Stasiun, Proyek MRT Butuh Dana Tambahan Rp 1 Triliun

 

BERITAJAKARTA.COM — 09-03-2010 18:51
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah satu stasiun bawah tanah (underground), dari empat stasiun yang ditetapkan sebelumnya dalam basic design (disain dasar) Mass Rapid Transit (MRT). Sehingga perlu ada penambahan anggaran sebesar 100 juta dollar Amerika atau sekitar Rp 1 triliun, untuk penambahan satu stasiun yang akan ditempatkan di depan Masjid Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Kebayoranbaru.

Semula, jumlah stasiun MRT dengan rute Lebak Bulus–Dukuh Atas terdiri dari 12 stasiun, dengan empat stasiun di bawah tanah dan delapan stasiun elevated. Empat stasiun di bawah tanah itu terdapat di Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas. Sedangkan delapan stasiun elevated yakni mulai dari Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, perubahan itu sangat perlu untuk menjaga kondisi lalu lintas di jalur protokol. Dari segi tata ruang, akan lebih bernilai estetika jika jalur bawah tanah dimulai dari Senayan, tepatnya di depan Masjid Al Azhar kemudian menyambung ke Stasiun Istora Senayan (Ratu Plaza). Sehingga jalur rel MRT sepanjang Patung Pemuda harus di bawah tanah semuanya hingga ke Dukuh Atas. Sebab, jika stasiunnya dipertahankan di atas jalan maka harus memindahkan Patung Pemuda.

Perubahan disain itu membutuhkan tambahah dana yang cukup besar yaitu 100 juta dollar Amerika. “Untuk pembiayaan penambahan proyek itu, akan diupayakan dari bridging financing (peminjaman dana tambahan) ke pihak Jepang. Dalam waktu dekat ini PT MRT dan Jepang akan membicarakan hal ini,” kata Fauzi Bowo usai mendengar paparan PT MRT Jakarta di Balaikota, Selasa (9/3).

Dalam pertemuan tersebut, selain membahas perubahan disain, juga masalah pembangunan depo di Lebak Bulus. Ada dua alternatif disain yang akan dibangun, yaitu at-grade atau rata tanah dan elevated. Dari dua opsi itu, PT MRT diberikan waktu satu bulan untuk melakukan kajian, kemudian setelah itu harus memberikan hasil kajiannya kepada dirinya. Sehingga ia bisa memutuskan opsi mana yang akan diterapkan.

Gubernur juga meminta agar integrasi antara PT MRT dan PT KAI bisa segera dilaksanakan secepatnya, untuk meningkatkan kapasitas layanan dan penumpang transportasi berbasis rel di Jakarta. Peningkatan kapasitas itu, dimungkinkan jika ada feeder yang terintegrasi. Karenanya ia meminta agar penyediaan feeder ini menjadi kajian oleh Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan Daerah.

Tak hanya itu, PT MRT juga diminta segera membahas rencana pengembangan MRT jalur barat yang akan memasuki kawasan Tangerang dan Bekasi. Diharapkan rencana pembangunan rute baru ini bisa berjalan pararel dan tidak perlu menunggu konstruksi selesai sampai rute Dukuh Atas-Kota rampung.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Rahardjo menyebutkan, tujuan perubahan disain jumlah stasiun tidak lebih untuk menjaga keindahan dan kenyamanan lalu lintas di jalan protokol. Diharapkan di jalur protokol itu tidak ada jalur elevated yang dapat menimbulkan kesemrawutan lalu lintas. “Jadi bukan karena gara-gara ada Patung Pemuda,” tukasnya.

Perubahan ini diperkirakan akan menambah sekitar 900 meter luas lahan di bawah tanah. Jika tadi dimulai dari depan Ratu Plaza maka sekarang sebelum Ratu Plaza rel sudah di bawah tanah. Proses pelaksanaan proyek saat ini masih dalam studi disain dasar dan belum mendetail. Bahkan baru memasuki tahap plenary design sehingga masih dimungkinkan dilakukan perubahan. Perubahan itu, dalam waktu 3 bulan sudah harus diajukan untuk dipertimbangkan dalam rencana desain dasar, sehingga tidak mengganggu waktu pelaksanaan proyek.

Total anggaran dalam rute 1 MRT (Lebak Bulus-Dukuh Atas) sebelumnya diperkirakan mencapai 120 miliar yen yang sebagian besar dibiayai dari dana pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Dengan penambahan dana itu, PT MRT akan membahas kenaikan itu dalam rencana kunjungan kerja ke Jepang sekaligus membahas masalah teknis dan studi banding terkait Integrasi dengan moda transportasi yang lain, sistem kontrol dan konsep training operator. Sedangkan terkait tender dokumen untuk operator pelaksana, saat ini sedang dilaksanakan dan ditargetkan rampung akhir tahun 2011. Pelaksanaan proyek fisik bisa dimulai pada 2012.

Reporter: lenny

Sumber : Berita Jakarta
 
Reporter: lenny  

Written by jakartamrt

March 11, 2010 at 3:53 pm

Posted in beritajakarta.com

Awal Pembangunan MRT Tahun 2012, 2016 Baru Selesai

leave a comment »

Sabtu, 27 Februari 2010, 14:47 WIB

 

Mass Rapid Transportation (MRT) saat ini sudah memasuki tahap penyusunan rencana dasar dan nantinya pada 2011 akan selesai, sedangkan untuk awal proses pembangunan mulai pada awal tahun 2012.

Menurut, Dirjen Departemen Perhubungan RI, Tundjung Inderawan mengatakan, bahwa proses pembanguna MRT sedang di proses dalam penyususnan yang ditargetkan selesai 2011.

“Saat ini sudah memasuki tahap penyusunan rencana dasar,” katanya di Jakarta.

MRT atau yang dikenal subway, diharapkan akan menjadi alat transportasi massal yang dapat mampu mengangut 400 ribu warga Jakarta dan sekitarnya perhari.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melalui pesan singkatnya, Sabtu (27/2/2010) mengatakan pembangunan subway atas pengembangan angkutan umum massal, pembatasan lalu lintas, dan peningkatan kapasitas jaringan dalam hal transpotasi di Ibukota.

Untuk jalurnya, persimpangan jalan yang padat lalu lintasnya, akan dibangun terowongan (underpass) atau jembatan layang (flyover).

“Untuk menambah jaring jalan tidak ada pilihan lain selain membangun jalan bertingkat”, katanya.

Sembilan stasiun layang itu adalah Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, Senayan, dan Istora. Sedangkan stasiun di Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas akan dibangun di dalam terowongan.

Jika nanti sudah beroperasi pada 2016, harga tiket subway (MRT) dari stasiun Lebak Bulus – Dukuh Atas ditetapkan sebesar Rp12.000 per- penumpang.

Sementara tarif dari satu stasiun ke stasiun lainnya dikenakan sekitar Rp1.000,- sampai Rp1.200,-.

Seperti diketahui, proyek ini akan didanai sebagian besar dari dana pinjaman JICA dulu bernama JBIC (Japan Bank International Coorperation) sebesar US$ 16,2 juta. Dengan cost sharing antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI sebesar 42 persen dan 58 persen. (Fz/Cie/Bm)

sumber: http://berita8.com/news.php?cat=3&id=19778

Written by jakartamrt

February 27, 2010 at 2:47 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with

Ada Lima Stasiun Bawah Tanah di Jalur MRT Jakarta

leave a comment »

Jumat, 19/2/2010 | 00:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -  Pemerintah kian serius menggarap Proyek kereta bawah tanah atau Mass Rapid Transportation (MRT) di Jakarta. Buktinya, berbagai persiapan terus dilakukan terkait realisasi proyek tersebut. Salah satunya, adalah rencananya proyek MRT tahap satu yang melayani rute Lebak Bulus-Dukuh Atas akan menggunakan lima stasiun bawah tanah.

Menurut Chief Corporate and Planning Officer PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Eddi Santoso, lima stasiun pada rute yang memakan biaya investasi 120,017 miliar yen itu berada pada titik Ratu Plaza, Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas. “Jadi jalan Sudirman bersih dari bangunan-bangunan rel,” ujar Eddi, Rabu (17/2).

Sebagaimana proyek tahap satu, lanjut dia, pembangunan rute tahap dua Dukuh Atas-Bunderan Hotel Indonesia-Glodok juga menggunakan konsep stasiun bawah tanah. “Karena kita melewati ring satu, jadi harus dibawah,” katanya. (Raymond Reynaldi/KONTAN)

Editor: ksp

sumber : http://properti.kompas.com/read/xml/2010/02/19/00260553/Ada.Lima.Stasiun.Bawah.Tanah.di.Jalur.MRT.Jakarta

Written by jakartamrt

February 19, 2010 at 12:26 am

Posted in Uncategorized

MRT Lebak Bulus-Dukuh Atas Selesai 2016

leave a comment »

Kamis, 18 Februari 2010 | 11:43 WIB
KOMPAS/SRI REJEKI
Ilustrasi: Monorel di Kuala Lumpur

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Tauhid di Jakarta, Rabu (17/2/2010), mengatakan bahwa salah satu pemicu permasalahan transportasi, khususnya kemacetan di DKI, adalah tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan.

Untuk mengerem laju pertumbuhan jumlah kendaraan, Pemprov DKI kini tengah mengembangkan Pola Transportasi Makro (PTM). Tauhid juga menjelaskan bahwa saat ini Pemprov DKI tengah mengembangkan proyek MRT Jakarta Tahap I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) yang ditargetkan selesai pada 2016.

Untuk kemajuanya sendiri, saat ini tengah dilakukan diskusi efektif melalui joint working group yang terdiri dari unsur-unsur seperti Kementerian Perhubungan sebagai executing agency, Pemprov DKI sebagai implementing agency, PT MRT Jakarta sebagai sub-implementing agency dan Nippon Koei sebagai konsultan basic design.

Pada akhir tahun ini, pembebasan lahan yang dilakukan oleh dinas-dinas Pemprov DKI juga ditargetkan selesai, khususnya di daerah Lebak Bulus.

“Pengadaan management consultant service yang dimulai bulan ini diharapkan mampu mempercepat terlaksananya proyek ini,” kata Tauhid saat rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI, Rabu.

Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI, Mara Oloan Siregar, yang turut hadir dalam rapat mengatakan bahwa pengembangan proyek transportasi ini bertujuan mewujudkan transportasi yang baik di DKI. Caranya dengan mengintegrasikan semua moda angkutan umum yang ada demi menciptakan angkutan massal yang memadai bagi masyarakat.

“Pengembangan pola angkutan massal ini menjadi prioritas Pemprov DKI ke depan,” tandasnya.

Ketua Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin mengungkapkan bahwa upaya Pemprov DKI melalui program-programnya itu dinilai sudah baik. Namun, dia mengingkatkan agar program itu menjadi program nyata yang bisa dinikmati masyarakat.

“Kami ingin program itu bukan sekadar program khayalan,” kata Selamat Nurdin.

<!–/ halaman berikutnya–>

Written by jakartamrt

February 18, 2010 at 11:43 am

Posted in Kompas.com

MRT Mulai Dibangun Tahun Depan

leave a comment »

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah proses desain dasar (basic design) Tahap I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) telah ditentukan pemenang tender serta kalayakan Tahap II (Dukuh Atas-Harmoni) selesai, pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) segera dilakukan. Moda angkutan massal tersebut direncanakan akan dimulai pembangunannya pada pertengahan 2011.

Namun sebelum pembangunan mega proyek tersebut dilakukan, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan visibility study (studi kelayakan) MRT Tahap III (Balaraja-Cikarang). Sehingga pembanguan dapat dilaksanakan sesuai dengan target yakni 2011 dan siap beroperasi pada 2016. Dalam hal ini, Gubernur DKi, Fauzi Bowo, menyatakan percepatan proses pembangunan terhadap angkutan sangatlah penting. Mengingat proses tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja di Jakarta sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi ibukota.

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan berupaya memintya percepatan proses MRT. sebab, DKI sendiri telah mempersiapkan pelaksanaan proyek ini baik dari sisi pembiayaan dari APBD maupun dari rencana kerja yang akan dilaksanakan.

Sedangkan mengenai pembiayaan dana MRT Tahap III yang diprediksikan memakan biaya sebesar Rp 33 triliun akan dipenuhi dalam bentuk sharing dana antara Pemprov DKI dengan Pemerintah Pusat. Anggaran biaya itu diungkapkan Fauzi didasari dari perkiraan pembiayaan untuk proyek sepanjang 87,6 kilo meter. Menurutnya nominal Rp 33 triliun dikeluarkan dari Departemen Perhubungan. “Bisa saja sama, bisa saja lebih besar. Nanti akan dihitung lebih lanjut,” ujarnya.

Sistem pembiayaan tersebut juga sesuai dengan pendanaan untuk MRT tahap I senilai Rp 144 miliar yen yang diperoleh dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dengan tanggung jawab sharing antara Pemprov DKI dan Departemen Keuangan.

Permintaan sharing itu diungkapkan Fauzi lantaran, DKI tidak mungkin membiayai keseluruhan pembangunan hanya dari APBD. Pasalnya, total jumlah APBD DKI Jakarta selalu berkisar pada nominal Rp 20 triliunan. Untuk tahun 2010 saja, total jumlah APBD DKI 2010 sebesar Rp 24,67 triliun. “Skema pembiayaan itu seharusnya dengan sistem sharing seperti MRT Tahap I,” kata Fauzi.

Selain meminta bantuan dana pada Pemerintah pusat, paparnya, Pemprov DKI juga akan mencari sumber pendanaan dengan sistem pinjaman jangka panjang, agar tidak membebani APBD. Seperti proyek MRT tahap I, pendanaan berdasarkan pinjaman dengan jangka waktu selama 30 tahun dan 10 tahun grace period (masa tidak bayar bunga).

(guruh/sir)

sumber :http://www.poskota.co.id/metro/2010/01/27/mrt-mulai-dibangun-tahun-depan

Written by jakartamrt

January 27, 2010 at 6:18 am

Posted in Pos Kota Online

Kereta MRT Akan Diintegrasikan dengan KRL Lingkar Kota

leave a comment »

Hery Winarno – detikNews


Dok. Detikcom

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta masih menyimpan banyak rencana pembangunan alat transportasi massal. Kereta bawah tanah mass rapid transit (MRT) rencananya akan dibangun terintegrasi dengan KRL lingkar Ciliwung Blue Line.

“Dalam waktu dekat kita akan rapat dengan PT KA untuk membahas MRT terintegrasi dengan Loop Line. Loop Line kan masih dikelola oleh PT KA,” ujar Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Priyadi Priyautama.

Hal ini ia sampaikan usai menggelar rapat pimpinan (Rapim) dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (25/1/2010).

Dengan adanya integrasi tersebut diharapkan penumpang MRT yang ingin melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan lain dapat menggunakan KRL lingkar kota, begitu juga sebaliknya.

“Nantinya Stasiun Dukuh Atas akan menjadi stasiun terpadu untuk integrasi tersebut,” tambahnya.

Proyek MRT akan dibangun sepanjang 14,3 km dengan rute Lebak Bulus-Dukuh Atas. Sedangkan KRL lingkar kota adalah Ciliwung Blue Line yang rutenya dari Manggarai, Mampang, Dukuh Atas, Karet, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Rajawali, Kemayoran, Senen, Sentiong, Kramat, Pondok Jati, Jatinegara dan kembali ke Manggarai.

Jika dua sarana transportasi ini sudah terintegrasi, masyarakat diharapkan lebih menggunakan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi. “Sehingga diharapkan kemacetan jadi berkurang,” pungkasnya.
(her/fay)
<!–

–>
sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/01/25/160859/1285715/10/kereta-mrt-akan-diintegrasikan-dengan-krl-lingkar-kota

Written by jakartamrt

January 25, 2010 at 4:08 pm

Posted in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.